Anggota DPRD Maluku Anos Yeremias Soroti Layanan Kesehatan Pulau Terluar Usai Anak Keluarga Pipiana Wafat di Saumlaki

Penulis: Sutomo  •  Senin, 05 Oktober 2026 | 09:31:32 WIB
Anggota DPRD Provinsi Maluku Anos Yeremias menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya anak dari keluarga Pipiana, warga Desa Ilyara, Pulau Babar.

AMBON — Anggota DPRD Provinsi Maluku Anos Yeremias menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya anak dari keluarga Pipiana, warga Desa Ilyara, Pulau Babar. Anak tersebut sempat dirujuk ke Saumlaki untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di RS Magretti sebelum akhirnya wafat.

Di tengah duka keluarga, Anos menilai peristiwa ini memperlihatkan persoalan lama yang belum tuntas: akses layanan kesehatan bagi warga di wilayah kepulauan. Menurutnya, pasien dari pulau-pulau terluar kerap harus menempuh perjalanan laut ketika fasilitas kesehatan di daerah asal tidak sanggup menangani kondisi mereka.

Anos: Warga Pulau Masih Harus Menempuh Perjalanan Laut untuk Berobat

Anos menyampaikan hal itu secara langsung terkait proses rujukan yang dilalui pasien. Ia menegaskan bahwa kejadian ini bukan sekadar duka satu keluarga, melainkan cerminan tantangan pelayanan kesehatan yang masih dihadapi masyarakat kepulauan.

"Beta turut berduka atas kehilangan yang dialami keluarga Pipiana. Di tengah duka ini, katong juga harus melihat persoalan yang lebih besar: masyarakat di pulau-pulau masih harus menempuh perjalanan laut untuk mendapatkan pelayanan kesehatan lanjutan," ujar Anos.

Pernyataan itu menempatkan persoalan transportasi laut sebagai bagian tak terpisahkan dari layanan kesehatan di Maluku. Pasien yang butuh penanganan lanjutan tidak cukup hanya dihubungkan dengan rumah sakit, tetapi juga harus memastikan ada kapal yang bisa mengangkut mereka tepat waktu.

KM Sabuk Nusantara 71 Jadi Jalur Rujukan Pasien ke Saumlaki

Anos mengungkapkan, sebelum kabar duka diterima, dirinya dihubungi sejumlah warga di Letwurung saat KM Sabuk Nusantara 71 hendak menuju Kroing. Warga meminta bantuannya agar pasien yang akan berobat ke Saumlaki bersama orang tuanya bisa memperoleh tempat di kapal tersebut.

"Beta langsung menghubungi Nakhoda, kemudian pasien bersama orang tua naik ke kapal. Setelah itu, beta baru mengetahui kabar duka melalui informasi yang dibagikan di WAG Suara Rakyat Tanimbar," katanya.

Keterangan itu menunjukkan bahwa proses rujukan pasien dari Pulau Babar ke Saumlaki bergantung pada ketersediaan ruang di kapal perintis. Koordinasi dengan nakhoda menjadi langkah yang harus ditempuh agar pasien dan orang tuanya bisa ikut serta dalam pelayaran tersebut.

Desa Ilyara di Pulau Babar dan Jarak ke Fasilitas Kesehatan Rujukan

Desa Ilyara berada di Pulau Babar, salah satu wilayah kepulauan di Kabupaten Maluku Barat Daya. Untuk mendapatkan penanganan yang lebih lengkap, pasien dari kawasan ini harus menyeberang ke Saumlaki di Kabupaten Kepulauan Tanimbar, yang menjadi lokasi RS Magretti.

Perjalanan antarpulau itu menuntut waktu dan biaya, serta sangat bergantung pada jadwal kapal. Ketika kondisi pasien memburuk sementara kapal belum tersedia, pilihan penanganan menjadi sangat terbatas.

Anos menyoroti hal tersebut sebagai persoalan struktural, bukan insiden tunggal. Baginya, kejadian yang menimpa keluarga Pipiana perlu menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah provinsi dan kabupaten dalam memperkuat layanan kesehatan di pulau-pulau terluar.

Dorongan Perbaikan Layanan Kesehatan di Wilayah Kepulauan Maluku

Maluku memiliki karakter geografis yang didominasi laut dengan banyak pulau kecil berpenghuni. Kondisi ini membuat distribusi tenaga kesehatan, obat, dan peralatan medis menghadapi kendala tersendiri dibandingkan daerah daratan.

Dalam sejumlah kasus, warga harus lebih dulu memastikan ada kapal yang melintas sebelum bisa membawa anggota keluarga berobat ke rumah sakit rujukan. Ketersediaan kapal perintis seperti KM Sabuk Nusantara 71 menjadi penentu apakah pasien bisa sampai ke fasilitas kesehatan tepat waktu.

Anos menyampaikan belasungkawa kepada keluarga Pipiana dan berharap persoalan akses kesehatan di wilayah kepulauan mendapat perhatian serius dari pemerintah. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari dinas kesehatan setempat terkait peristiwa tersebut.

Reporter: Sutomo
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top