AMBON — Aktivasi serentak 480 SPPG menyasar 116 kabupaten dan kota, dengan prioritas wilayah 3T serta daerah berprevalensi stunting tinggi. Salah satu titik aktivasi di Maluku berada di SPPG Allang, Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah.
Maluku saat ini memiliki 105 SPPG yang telah melayani sekitar 226 ribu penerima manfaat. Dengan sasaran sekitar 770 ribu penerima manfaat, cakupan pelayanan baru mencapai sekitar 31 persen.
Pengoperasian 20 SPPG tambahan di Maluku tidak dilakukan serentak. BGN memperkirakan dapur-dapur yang baru diaktivasi tidak langsung beroperasi penuh pada hari yang sama.
SPPG akan menjalani tahapan persiapan teknis sebelum diproyeksikan mulai beroperasi penuh sekitar tiga hingga empat minggu setelah aktivasi. Setelah berjalan, 20 dapur itu diperkirakan melayani sekitar 26 ribu penerima manfaat.
Sekretaris Deputi Bidang Penyediaan dan Penyaluran BGN, Rufriyanto Maulana Yusuf, mengatakan cakupan layanan di Maluku masih jauh dari sasaran.
"Maluku saat ini memiliki 105 SPPG yang telah melayani sekitar 226 ribu penerima manfaat. Dengan sasaran sekitar 770 ribu penerima manfaat, cakupan pelayanan saat ini baru mencapai sekitar 31 persen," ujarnya di sela-sela kegiatan.
Dari 480 SPPG yang diaktivasi, 211 di antaranya merupakan SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG terpencil. Dapur-dapur tersebut tersebar di Papua, Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Barat, Papua Barat Daya, Sulawesi, Maluku, Maluku Utara, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur.
Pemilihan lokasi menyasar wilayah 3T yang selama ini sulit dijangkau layanan gizi. Sebagian dapur berada di kabupaten dan kota dengan angka stunting yang masih tinggi.
Asisten I Setda Maluku Faradilla Attamimi mengapresiasi aktivasi tersebut karena dinilai membuka kembali ruang pelayanan MBG setelah lebih dari satu tahun menunggu.
Menurut dia, masyarakat di wilayah 3T membutuhkan akses makanan bergizi, terutama karena persoalan ketidakcukupan gizi dan stunting masih menjadi tantangan di Maluku.
Penambahan 20 SPPG di Maluku diharapkan menaikkan cakupan layanan secara bertahap. BGN belum merinci jadwal pasti pembukaan tiap dapur, namun tahapan persiapan teknis menjadi penentu kapan layanan penuh dimulai.