Wabup Maluku Tenggara Ajak Generasi Muda Kei Lestarikan Saryat dan Yelim, Sebut Bagian Identitas Budaya

Penulis: Saiful  •  Minggu, 20 September 2026 | 19:45:31 WIB

LANGGUR — Ratusan anggota Konfreria Apostolat Ranting Langgur Satu mendatangi kediaman Wakil Bupati Maluku Tenggara Charlos Viali Rahantoknam untuk menggelar Saryat. Kedatangan mereka disambut langsung Viali yang mengenakan pakaian adat Kei. Dalam pertemuan itu, ia menekankan pentingnya tradisi tersebut tetap hidup di kalangan generasi muda.

Bagi Viali, Saryat bukan sekadar pertunjukan atau tarian adat. Tradisi itu mengandung nilai kebersamaan, kepedulian, gotong royong, serta penghormatan terhadap hubungan antarsesama yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Kei.

Karena itu, ia mengingatkan agar Saryat dan Yelim tidak berhenti sebagai tradisi yang hanya dikenal generasi saat ini. Keduanya harus terus diperkenalkan dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Mengapa Saryat Dinilai Lebih dari Sekadar Tarian Adat

Saryat merupakan salah satu tradisi dan tarian adat Kei yang hingga kini masih dipraktikkan dalam berbagai kegiatan sosial, keagamaan, maupun kemasyarakatan. Tradisi ini hidup di tengah warga dan dipakai pada momen-momen kebersamaan, bukan hanya acara seremonial.

Kegiatan Saryat yang dilakukan Konfreria Apostolat Ranting Langgur Satu juga menjadi bagian dari penggalangan dana. Selain itu, momen tersebut menjadi ruang perjumpaan masyarakat untuk memperkuat persaudaraan antarwarga.

Dua fungsi itu yang membuat Saryat dan Yelim dinilai penting oleh pemerintah daerah. Tradisi tidak hanya menjadi penanda identitas, tetapi juga alat perekat sosial di kampung dan lingkungan gereja.

Peran Generasi Muda Jadi Kunci Pewarisan Tradisi Kei

Ajakan Viali menyasar langsung generasi muda Maluku Tenggara. Menurutnya, regenerasi menjadi penentu apakah Saryat dan Yelim tetap dikenal puluhan tahun ke depan atau berhenti di satu generasi saja.

Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara menempatkan pelestarian budaya sebagai bagian dari pembinaan masyarakat. Pelibatan kelompok muda dalam kegiatan adat dan keagamaan seperti yang dilakukan Konfreria Apostolat menjadi salah satu jalur pewarisannya.

Viali berharap tradisi Saryat terus diperkenalkan dalam berbagai kesempatan, baik di lingkungan gereja, sekolah, maupun kegiatan warga. Dengan begitu, nilai kebersamaan dan gotong royong yang dikandungnya tidak ikut hilang bersama waktu.

Reporter: Saiful
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top