MALUKU — Panggung Primetime Emmy Awards ke-37 digelar di Pasadena Civic Auditorium, California, pada 22 September 1985. Acara yang dipandu John Forsythe itu disiarkan ABC ke 15,8 juta rumah dan dihadiri 2.700 tamu dari kalangan televisi Amerika. Di antara nama-nama seperti Robert Guillaume, Tyne Daly, dan David Letterman, ada satu pria yang seharusnya tidak berada di sana: Barry Bremen.
Bremen saat itu berusia 38 tahun, tinggal di West Bloomfield, pinggiran Detroit, Michigan. Ia mantan salesman asuransi yang kini menjadi rekan pemilik firma pemasaran, salah satu kliennya adalah Famous Amos cookies. Ia menikah dan punya tiga anak.
Di kalangan olahraga, Bremen punya julukan "The Great Imposter". Sejak 1979, ia berulang kali menyusup ke lapangan pertandingan dengan berbagai cara.
Aksinya dimulai dari taruhan iseng di laga NBA Detroit. Bremen memakai seragam pemanasan curian dan ikut sesi shootaround bersama Kareem Abdul-Jabbar serta Julius Erving di NBA All-Star Game. Dua tahun kemudian ia mengulanginya dengan seragam Houston Rockets.
Ia juga menyusup ke MLB All-Star Game 1979 dan bertahan di outfield selama setengah jam sebelum diusir. Pada 1986, ia kembali masuk MLB All-Star Game dan kena marah besar dari pelatih legendaris Los Angeles Dodgers, Tommy Lasorda.
Aksi Bremen makin berani. Ia pernah menyamar sebagai wasit di home plate pada Game Five World Series 1980, lalu menjadi hakim garis Super Bowl XV 1981. Ia bahkan sempat menari bersama Dallas Cowboys Cheerleaders memakai wig pirang dan celana pendek. Beberapa bulan sebelum Emmy, ia menyusup ke sesi latihan U.S. Open bersama pegolf Fred Couples, Curtis Strange, dan Bob Eastwood.
Bremen punya koneksi tak terduga: Dick Schaap, broadcaster ABC legendaris yang juga tetangga dan klien asuransinya. Putra Dick, Jeremy Schaap, yang kini dikenal sebagai sportswriter dan penulis, menyebut aksi-aksi itu "harmless".
"They were victimless. They were sort of charming, Walter Mitty moments," kata Jeremy Schaap, yang menulis dan menarasikan dokumenter ESPN E60 2022 berjudul The Great Imposter and Me.
Menurut Jeremy, dunia saat itu memang berbeda. "He had all this charm and charisma, so people wanted to embrace him," ujarnya. "It was just a different world. The idea of eluding the security protocols, getting behind the velvet rope."
Jeremy menambahkan bahwa aksi semacam itu terjadi sebelum penusukan Monica Seles pada 1993 dan sebelum 9/11, di era ketika protokol keamanan belum seketat sekarang.
Berkat aksi-aksinya, Bremen sempat tampil di The Tonight Show bersama Johnny Carson, Late Night with David Letterman, Today Show, dan radio Larry King. Ia juga muncul di iklan Michelob Light serta menjadi bintang tamu di Bowling for Dollars.
Di dunia olahraga, ia tercatat sebagai charlatan paling sukses. Tapi menyusup ke Emmy adalah pertandingan yang berbeda.
Pada 1980, Bremen memperluas targetnya ke Academy Awards. Ia berharap bisa mengambil trofi aktor yang tidak hadir. Ketika nama Melvyn Douglas diumumkan sebagai Best Supporting Actor, Bremen kehilangan nyali.
"That would have been perfect—except I panicked," katanya kepada reporter Washington Post saat itu. "I really did. I could not get out of my seat."
Ia juga pernah mencoba masuk Emmy dua kali sebelumnya. Percobaan pertama berhasil masuk gedung, tapi ia ragu mengambil trofi. Percobaan kedua gagal sebelum acara dimulai.
Bremen lahir pada 1947 dan bertemu istrinya, Margo, saat keduanya masih remaja di MSU. Dari rumahnya di Scottsdale, Arizona, Margo menggambarkan suaminya sebagai kombinasi aktor frustrasi dan atlet frustrasi.
"A frustrated actor, a frustrated athlete – put them together in one and you get Barry," ujarnya.
Kisah Barry Bremen menjadi potret era ketika batas antara keberanian dan kenekatan masih bisa ditoleransi publik hiburan Amerika. Aksi penyusupannya di Emmy 1985 kini dikenang sebagai salah satu momen paling unik dalam sejarah ajang penghargaan televisi.