MALUKU — Infinix mengirimkan XPAD 30 Pro ke meja redaksi tanpa kotak ritel lengkap, jadi pengujian kami fokus pada pengalaman harian: mengetik dokumen, meeting online, streaming, dan sesi gaming PUBG Mobile. Tablet ini jelas bukan penerus XPAD biasa—posisinya di atas lini standar dengan tambahan dukungan jaringan seluler yang jarang ada di tablet harga menengah.
Ketebalan 6,6 mm dan bobot 476 gram membuat tablet ini terasa jauh lebih ringan dari kompetitor sekelasnya. Saat dibawa ke kafe atau naik MRT, perangkat ini mudah masuk ke tas kecil tanpa membebani bahu. Bingkai aluminium-nya memberi kesan premium yang tidak biasa di harga segini.
Namun, bodi tipis ini berarti tidak ada ruang untuk jack audio 3,5 mm. Anda harus menggunakan TWS atau dongle USB-C untuk mendengarkan musik—keputusan desain yang bisa jadi dealbreaker bagi sebagian orang.
Panel IPS 11 inci dengan resolusi 2.5K dan refresh rate 90Hz menghasilkan teks yang tajam saat membaca PDF atau artikel panjang. Sertifikasi TÜV Rheinland untuk low blue light benar-benar terasa—mata tidak cepat perih setelah 3 jam nonstop menonton kuliah online. Widevine L1 juga sudah aktif, jadi streaming Netflix berjalan di resolusi Full HD penuh.
Sayangnya, refresh rate 90Hz di layar IPS tidak sehalus panel OLED 120Hz yang mulai umum di kelas harga ini. Animasi scrolling terasa mulus, tapi saat berpindah antar-aplikasi berat, ada jeda kecil yang terasa. Untuk gaming, ini bukan masalah besar, tapi kompetitor dengan layar 120Hz jelas lebih unggul di sektor ini.
Chipset 6nm dengan core A76 2.2GHz ini adalah peningkatan signifikan dari Helio G99 yang dipakai banyak tablet murah. Membuka 10 tab Chrome sambil menjalankan Google Docs di split-screen tidak membuat tablet ini tersendat. Skor AnTuTu kami catat di angka 490.000-an, sedikit di bawah klaim pabrikan tapi masih jauh di atas tablet entry-level.
Untuk gaming, PUBG Mobile di setting Smooth + Extreme berjalan stabil di 60fps. Fitur Bypass Charging yang disematkan Infinix bekerja efektif—setelah 30 menit bermain sambil dicharge, suhu belakang tablet hanya hangat, tidak panas. Namun, saat main game berat tanpa charger, bagian kanan atas (dekat kamera) mulai terasa panas setelah 45 menit.
Angka-angka ini lebih rendah dari klaim pabrikan (21,5 jam video online), tapi masih impresif untuk tablet 4G. Yang lebih penting: konektivitas LTE bekerja dengan baik di jaringan Indosat dan Telkomsel selama pengujian di Jakarta. Ini nilai jual utama yang tidak dimiliki tablet Wi-Fi-only sekelas.
Pengisian daya dengan charger bawaan 33W memakan waktu sekitar 1 jam 50 menit dari 0 ke 100%—bukan yang tercepat, tapi cukup masuk akal untuk kapasitas sebesar ini.
Antarmuka XOS 16 yang mengklaim "5-Year Smoothness" terasa responsif selama pengujian. Tidak ada bloatware berlebihan, dan split-screen untuk mencatat sambil browsing berjalan mulus. Integrasi JoyConnect dengan smartphone Infinix juga mudah disetel.
Fitur AI seperti Circle It, Search It dan Photo Solving bekerja seperti yang dijanjikan, tapi akurasinya masih belum konsisten. Saat kami memotret soal matematika sederhana, AI memberikan jawaban benar untuk 7 dari 10 soal. Fitur AI Writing juga membantu, tapi hasil parafrase kadang terdengar kaku dan perlu diedit manual.
Kamera belakang 13MP menghasilkan foto yang layak untuk scan dokumen—detail cukup tajam di cahaya terang. Kamera depan 8MP dengan field of view lebar cukup untuk video call, tapi kualitas gambar di ruangan redup mulai tampak noise. Speaker ganda (bukan quad, seperti yang diklaim beberapa sumber) menghasilkan suara yang keras dan jernih untuk ukuran tablet, tapi bass-nya hampir tidak ada.
Infinix XPAD 30 Pro adalah pilihan terbaik untuk mahasiswa atau pekerja lapangan yang butuh tablet 4G dengan baterai tahan lama dan performa cukup untuk produktivitas harian. Dengan harga yang agresif di bawah Rp 4 juta (estimasi pasar Indonesia), perangkat ini menawarkan nilai lebih dibandingkan membeli tablet Wi-Fi + router portable.
Tablet ini kurang cocok untuk gamer hardcore yang menginginkan layar 120Hz atau kreator yang butuh akurasi warna tinggi. Jika kebutuhan Anda hanya menonton dan browsing di rumah, tablet Wi-Fi-only dengan layar lebih baik mungkin pilihan lebih rasional. Tapi untuk mobilitas tinggi dengan koneksi internet mandiri, XPAD 30 Pro adalah paket lengkap yang sulit ditandingi di kelasnya.