Polda Maluku Perkuat Deteksi Dini Radikalisme, Wakapolda Tekankan Kewaspadaan Personel di Era Digital

Penulis: Yasir  •  Rabu, 09 September 2026 | 08:52:02 WIB
Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman membuka pembekalan pencegahan radikalisme bagi personel Polda Maluku di Ambon, Selasa (18/2/2026).

Kepolisian Daerah (Polda) Maluku meningkatkan kapasitas personel untuk mendeteksi potensi penyebaran radikalisme dan intoleransi sejak tahap awal. Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman membuka langsung pembekalan yang digelar di Ambon, Selasa, sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman yang dapat menggerus persatuan dan ketahanan ideologi bangsa.

AMBON — Polda Maluku menggelar pembekalan penanggulangan dan pencegahan radikalisme serta intoleransi untuk personelnya. Kegiatan Tahun Anggaran 2026 ini digelar Biro Sumber Daya Manusia (SDM) Polda Maluku bersama Satuan Densus 88 Antiteror Polri Wilayah Maluku di Aula Lantai II Hotel Marina Ambon.

Wakapolda Maluku Brigjen Pol Arif Budiman menyebut langkah ini menjadi bagian penting untuk memperkuat kesiapsiagaan personel dalam mencegah berkembangnya paham ekstrem.

"Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat kesiapsiagaan personel dalam mencegah berkembangnya paham ekstrem yang dapat mengancam keamanan, persatuan, dan ketahanan ideologi bangsa," kata Arif Budiman di Ambon, Selasa.

Personel Polri Wajib Paham Karakteristik Radikalisme

Arif Budiman menegaskan radikalisme merupakan ancaman serius yang pencegahannya harus dimulai sejak dini. Salah satu caranya dengan meningkatkan pemahaman dan kapasitas personel di lingkungan Polda Maluku.

"Sebagai aparat keamanan, kita memiliki kewajiban untuk terus meluruskan pemahaman-pemahaman yang menyimpang serta memperkuat kesadaran masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh ajakan kelompok-kelompok yang membawa paham radikal maupun intoleran," ujarnya.

Menurut dia, personel Polri perlu memahami karakteristik radikalisme dan intoleransi. Termasuk sikap ekstrem yang menolak perbedaan, memaksakan kehendak, hingga menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuan.

Bekal Edukasi untuk Masyarakat

Pemahaman tersebut dinilai krusial agar personel tidak hanya mampu melindungi diri dari pengaruh ideologi menyimpang. Lebih dari itu, mereka diharapkan menjalankan fungsi edukasi dan pencegahan di tengah masyarakat.

"Kami berharap seluruh peserta dapat mengikuti setiap materi dengan sungguh-sungguh. Pengetahuan yang diperoleh dari kegiatan ini harus menjadi bekal ketika melaksanakan tugas dan berinteraksi dengan masyarakat," harapnya.

Kegiatan ini diikuti perwakilan personel dari berbagai satuan kerja di lingkungan Polda Maluku. Turut hadir Karo SDM dan Kabid Propam Polda Maluku.

Penguatan Kapasitas untuk Sistem Pencegahan Berkelanjutan

Karo SDM Polda Maluku Kombes Pol Jemi Junaidi menyampaikan penguatan kapasitas personel merupakan bagian penting dalam membangun sistem pencegahan radikalisme yang berkelanjutan. Posisi personel Polri dinilai strategis karena berada di garis depan pelayanan dan berinteraksi langsung dengan berbagai kelompok masyarakat.

"Penguatan pemahaman personel menjadi langkah fundamental. Sebelum memberikan edukasi kepada masyarakat, setiap anggota Polri harus memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, pemahaman yang benar mengenai bahaya radikalisme dan intoleransi, serta kemampuan untuk melakukan langkah pencegahan secara profesional dan humanis," katanya.

Jemi menambahkan, perkembangan teknologi informasi turut menghadirkan tantangan tersendiri dalam upaya pencegahan radikalisme. Personel dituntut adaptif terhadap dinamika penyebaran paham radikal yang kian masif melalui kanal digital.

Reporter: Yasir
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top