PBVSI Buka Suara soal Junaida Santi yang Menghilang dari Timnas Voli Putri dan Klub Usai Jadi MVP Proliga 2025

Penulis: Yasir  •  Selasa, 08 September 2026 | 17:03:31 WIB
Aturan baru AVC mewajibkan tes gender bagi seluruh atlet putri yang tampil di kompetisi level Asia, termasuk Junaida Santi.

MALUKU — Nama Junaida Santi memang sedang menjadi teka-teki besar di kancah voli nasional. Penampilannya yang moncer bersama Jakarta Pertamina Enduro di Proliga 2025 lalu seakan tak berlanjut, dan ia justru menghilang dari peta Timnas Voli Putri Indonesia untuk agenda internasional terbaru.

Alasan di Balik Absennya Junaida Santi

Loudry Maspaitella akhirnya membeberkan penyebabnya. Bukan semata masalah cedera yang sempat santer dikabarkan, melainkan ada persoalan lain yang lebih mendasar: Junaida Santi belum mengikuti tes gender yang kini menjadi kewajiban di kompetisi level Asia.

"Santi ini cuma satu, gender tes. Bukan untuk Santi saja lho ya, seluruh pemain putri yang tampil di AVC itu harus gender test," kata Loudry Maspaitella dikutip dari Voli TV.

Aturan ini bukan kebijakan internal PBVSI, melainkan regulasi baru dari badan voli Asia. Konsekuensinya tegas: pemain yang masuk longlist tetapi tidak mengikuti tes gender dipastikan tidak bisa tampil.

"Anak-anak Vietnam ini yang sekarang AVC kontinental AVC itu gender tes semua. Ada pemain di longlist putri tidak ikut gender tes nggak bisa main gitu," tambahnya.

Isu Cedera dan Panggilan SEA Games yang Diabaikan

Loudry tak menampik kabar cedera yang menghampiri Santi. Namun, ia menyoroti sikap pemain asal Jawa Timur itu yang dinilai kurang responsif saat dipanggil membela negara di SEA Games. Panggilan itu disebutnya tak diindahkan dengan berbagai alasan.

"Banyak isu cedera ya memang mungkin dia cederanya iya. Kita panggil dia di SEA Games dia nggak datang dengan alasan macam-macam ya nggak apa-apa. Masalahnya gender tes itu bukan khusus untuk Santi, sekarang internasional itu gender tes itu saja," ujarnya.

Karier Santi Sebelum Menghilang

Perjalanan Santi memang terbilang meteorik. Ia tampil gemilang di Proliga 2025, membawa Jakarta Pertamina Enduro menaklukkan Popsivo Polwan tiga set langsung di final sekaligus mengunci gelar juara. Performa itu mengantarnya meraih penghargaan individu tertinggi sebagai Most Valuable Player (MVP).

Puncaknya, ia kembali menunjukkan ketajamannya saat memperkuat Timnas Voli Putri Indonesia U-20 di ajang FIVB Women's U-21 World Championship 2025. Santi bahkan sempat menembus jajaran 10 besar top skor di fase grup turnamen tersebut.

Dengan segala catatan impresif itu, wajar jika publik menyebutnya sebagai 'The Next Megawati Hangestri'. Kini, publik hanya bisa menunggu langkah selanjutnya dari Santi dan PBVSI untuk menyelesaikan persyaratan yang ada.

Reporter: Yasir
Sumber: tvonenews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top