IHSG Dibuka Menguat 0,30 Persen ke 6.639,51, Cadangan Devisa Tembus Level Tertinggi Sejak Maret 2026

Penulis: Fajar  •  Selasa, 08 September 2026 | 12:20:01 WIB
Layar digital menampilkan pergerakan indeks harga saham gabungan di Bursa Efek Indonesia, Selasa (8/9/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) dibuka menguat 19,84 poin atau 0,30 persen ke posisi 6.639,51 pada Selasa pagi. Penguatan ini ditopang data cadangan devisa domestik periode Agustus 2026 yang mencapai 146,5 miliar dolar AS, level tertinggi sejak Maret 2026.

JAKARTA — Penguatan IHSG terjadi di tengah sentimen positif dari dalam negeri, di mana posisi cadangan devisa tercatat mampu mengimbangi pembayaran utang luar negeri dan intervensi Bank Indonesia (BI) untuk menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah. Indeks LQ45 juga ikut naik 1,31 poin atau 0,20 persen ke posisi 657,73.

Cadangan Devisa Naik 1,2 Miliar Dolar AS, Tertinggi dalam 5 Bulan

Bank Indonesia mencatat cadangan devisa Indonesia meningkat menjadi 146,5 miliar dolar AS pada Agustus 2026, naik dari 145,3 miliar dolar AS pada Juli 2026. Level ini menjadi yang tertinggi sejak Maret 2026.

Peningkatan tersebut didorong oleh penerimaan pajak dan jasa, serta penarikan utang luar negeri pemerintah. Posisi ini setara dengan pembiayaan kebutuhan impor selama 5,4 bulan atau 5,3 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, masih di atas standar kecukupan internasional yang hanya 3 bulan impor.

Permintaan Anggaran K/L 2027 Tembus Rp1.000 Triliun, Pemerintah Tak Mampu Penuhi

Di sisi lain, Kepala Riset Phintraco Sekuritas Ratna Lim menyebutkan pasar juga mencermati dinamika fiskal. Permintaan tambahan anggaran dari kementerian/lembaga (K/L) untuk 2027 mencapai hampir Rp1.000 triliun, namun pemerintah tidak dapat memenuhi seluruh permintaan itu karena ruang fiskal yang terbatas.

"Posisi cadangan devisa dapat mengimbangi pembayaran utang luar negeri dan intervensi sebagai upaya menjaga kestabilan nilai tukar Rupiah oleh Bank Indonesia (BI)," ujar Ratna Lim dalam kajiannya, di Jakarta, Selasa.

Nilai permintaan tambahan tersebut jauh di atas anggaran belanja K/L yang telah disepakati sebesar Rp9,1 triliun. Pemerintah dipandang perlu melakukan efisiensi anggaran agar defisit tidak melebihi batas yang ditetapkan.

Data Inflasi dan Ekspor China Jadi Fokus Investor Asia

Dari kawasan Asia, pelaku pasar mengarahkan perhatian pada rilis data ekspor impor China pada Selasa (8/9). Ekspor China diperkirakan tumbuh 25 persen year on year (yoy) pada Agustus 2026, naik dari 23,9 persen (yoy) pada Juli 2026. Pertumbuhan impor juga diproyeksikan naik menjadi 30 persen (yoy) dari sebelumnya 27,5 persen (yoy).

Investor turut menantikan data inflasi China pada Rabu (9/9) yang diperkirakan meningkat 0,3 persen month to month (mtm), setelah mengalami deflasi 0,1 persen (mtm) pada Juli 2026. Secara tahunan, inflasi China diperkirakan mencapai 0,8 persen (yoy).

Ketegangan AS-Iran dan Suku Bunga ECB Bayangi Pasar Global

Dari Eropa, pasar Eropa mengantisipasi kenaikan suku bunga acuan European Central Bank (ECB) sebesar 25 basis poin pada Kamis (10/9). Langkah ini dipicu inflasi Zona Euro yang naik ke 3,3 persen pada Agustus 2026, didorong peningkatan komponen energi sebesar 14,3 persen.

Ketegangan geopolitik juga meningkat setelah AS menyerang tiga kapal tanker minyak Iran. Ketua Parlemen Iran memperingatkan potensi serangan terhadap perusahaan energi AS sebagai balasan, sembari mengisyaratkan rencana menetapkan zona terlarang di sekitar Selat Hormuz. Gangguan lalu lintas kapal di jalur strategis tersebut berisiko mengganggu pasokan minyak global.

Sementara itu, bursa Eropa bergerak variatif pada Senin (7/9). Euro Stoxx 50 menguat 0,17 persen dan CAC 40 Prancis naik 0,33 persen, sedangkan FTSE 100 Inggris melemah 0,08 persen dan DAX Jerman turun 0,15 persen. Wall Street libur memperingati Hari Buruh.

Bursa Asia Mayoritas Menguat, Nikkei Pimpin Kenaikan

Di kawasan Asia, indeks Nikkei menguat 0,31 persen ke 66.605,00, Shanghai naik 0,29 persen ke 3.944,19, dan Kospi melonjak 1,69 persen ke 7.113,46. Sebaliknya, Hang Seng melemah 0,70 persen ke 25.236,00 dan Straits Times turun 0,59 persen ke 5.759,24.

Reporter: Fajar
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top