Operasi Darat Jadi Andalan Pemerintah Padamkan Karhutla Gambut, Water Bombing Dinilai Tak Efektif

Penulis: Sutomo  •  Sabtu, 05 September 2026 | 14:46:01 WIB
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meninjau lokasi karhutla di lahan gambut yang memerlukan penanganan pasukan darat.

JAKARTA — Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan strategi penanganan karhutla di lahan gambut tidak bisa hanya mengandalkan operasi udara. Pasukan darat menjadi garda terdepan untuk memastikan api yang membakar tanah gambut benar-benar padam hingga ke lapisan dalam.

"Pasukan darat, ini andalan kita, sambil menunggu operasi modifikasi cuaca (OMC) atau hujan, ketika nanti musim hujan datang," kata Raja Antoni dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (7/9).

Potensi Hujan di Kalimantan Barat Jadi Peluang OMC

Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya titik panas yang tersebar di sejumlah kabupaten. Pemerintah memetakan adanya peluang potensi awan hujan di Kalimantan Barat pada 4-8 September yang akan dimaksimalkan untuk operasi modifikasi cuaca.

Setiap bibit awan yang memungkinkan untuk disemai akan dimanfaatkan, termasuk di wilayah yang belum terdampak karhutla. Langkah ini dilakukan untuk mendukung pembasahan lahan dan menjaga kestabilan tinggi muka air tanah agar lahan gambut tidak mudah terbakar.

Ketapang dan Kubu Raya Jadi Prioritas Pemetaan Pasukan

Menhut meminta pengerahan personel dilakukan dengan pemetaan kebutuhan yang lebih detail berdasarkan sebaran titik panas. Ketapang dan Kubu Raya disebut sebagai wilayah yang perlu dipetakan secara khusus terkait jumlah hotspot dan kebutuhan pasukan.

Hal ini penting agar personel maupun peralatan dapat digeser ke lokasi yang paling membutuhkan penanganan cepat. Pendekatan ini dinilai lebih efektif dibandingkan penyebaran pasukan yang merata tanpa melihat tingkat urgensi di lapangan.

Satgas Darat Berhasil Padamkan 429 dari 802 Hektare Lahan

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengungkapkan data terbaru penanganan karhutla di Kalimantan Barat. Dari estimasi 802,17 hektare lahan yang terbakar, Satgas Darat berhasil memadamkan api di area seluas 429,90 hektare.

"Satgas Darat berhasil memadamkan yang luas. Sisa kebakaran hari ini kalau tidak ada kebakaran yang baru dipadamkan oleh Satgas Darat sebetulnya itu sudah bisa selesai," ujar Suharyanto.

Mengapa Water Bombing Tidak Selalu Efektif di Lahan Gambut

Kondisi lahan gambut menjadi tantangan tersendiri dalam upaya pemadaman. Suharyanto menjelaskan bahwa operasi water bombing dari udara tidak selalu efektif untuk kebakaran di lahan gambut, karena api kerap membakar lapisan tanah di bawah permukaan yang sulit dijangkau air dari ketinggian.

"Sehingga tetap tumpuannya adalah di Satgas Darat untuk operasi penanganan karhutla ini. Satgas Darat ini memang menjadi tumpuan utama," katanya.

Pengerahan pasukan darat dengan peralatan lengkap seperti pompa air dan alat pemadam lainnya menjadi kunci untuk menjangkau titik api yang berada di kedalaman tanah gambut. Upaya ini juga melibatkan pembasahan lahan secara manual agar api tidak kembali menyala setelah operasi pemadaman selesai dilakukan.

Reporter: Sutomo
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top