Sambut HUT ke-451 Kota Ambon, Wali Kota Ajak Hidupkan Kembali Semangat Panas Pela Galala-Hative Kecil

Penulis: Ragil  •  Jumat, 04 September 2026 | 09:58:02 WIB
Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena menghadiri perayaan satu abad Jemaat GPM Galala-Hative Kecil di Gedung Gereja Emanuel, Kamis (28/8).

Wali Kota Ambon Bodewin M. Wattimena mendorong penguatan nilai Pela-Gandong antarnegeri sebagai fondasi pembangunan ibu kota Provinsi Maluku. Imbauan itu disampaikan di tengah perayaan satu abad Jemaat GPM Galala-Hative Kecil, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian menuju HUT ke-451 Kota Ambon pada 7 September 2026.

AMBON — Pemerintah Kota Ambon memastikan dukungan penuh terhadap pelestarian adat dan budaya di seluruh negeri maupun desa. Hal ini disampaikan Wali Kota Bodewin M. Wattimena saat menghadiri perayaan satu abad Jemaat Gereja Protestan Maluku (GPM) Galala-Hative Kecil (Gatik) di Gedung Gereja Emanuel, Kamis (28/8).

Menurut Bodewin, pembangunan kota tidak bisa berjalan sendiri tanpa keterlibatan seluruh komponen masyarakat. Karena itu, nilai-nilai adat, budaya, dan sejarah yang diwariskan antargenerasi harus terus dijaga dan dirawat bersama.

Momentum Satu Abad Jemaat Gatik Menjadi Refleksi Kebersamaan

Perayaan yang mengusung tema "Mengukuhkan Warisan Iman, Kesatuan Pelayanan Lintas Generasi Untuk Kemuliaan Tuhan" ini dinilai bukan sekadar seremonial. Bodewin menyebut momentum ini menjadi ruang refleksi kontribusi masyarakat dalam kehidupan sosial selama satu abad terakhir.

Rangkaian kegiatan berlangsung selama sepekan. Penyambutan peserta dari luar Ambon digelar 30 Agustus, ibadah syukur satu abad dijadwalkan 2 September, dilanjutkan Makan Patita pada 3 September, dan ditutup sehari setelahnya.

Panas Pela: Ikatan Persaudaraan yang Wajib Dihidupkan Kembali

Pesan spesifik disampaikan Wali Kota kepada masyarakat Galala dan Hative Kecil, yakni menghidupkan kembali semangat Panas Pela. Tradisi ini merupakan mekanisme penguatan hubungan persaudaraan antarnegeri yang menjadi identitas masyarakat Maluku.

"Nilai-nilai itu harus menjadi sesuatu yang nyata, yang dapat dilihat, disaksikan, dirasakan, dan diwariskan kepada generasi-generasi kita hari ini dan pada masa yang akan datang," ujar Bodewin dalam keterangannya, Kamis.

Modal Sosial Menuju HUT ke-451 Kota Ambon

Penguatan nilai adat ini dinilai strategis, terlebih Kota Ambon akan memasuki usianya yang ke-451 tahun pada 7 September 2026. Pemerintah kota menempatkan kohesi sosial berbasis budaya sebagai prasyarat pembangunan yang berkelanjutan.

"Membangun kota ini harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh komponen masyarakat," tegas Bodewin, menggarisbawahi bahwa kemajuan fisik tidak akan berarti tanpa ketahanan sosial budaya warganya.

Pemkot Ambon, lanjut dia, akan terus berdiri di belakang setiap upaya pelestarian yang lahir dari inisiatif warga. Dukungan ini mencakup berbagai agenda adat dan budaya yang tersebar di negeri-negeri dalam lingkup administrasi Kota Ambon.

Reporter: Ragil
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top