YAPERTI GPM Bangun Kafetaria di Kampus UKIM Talake, Bidik Sumber Pendapatan Mandiri

Penulis: Fajar  •  Kamis, 03 September 2026 | 17:16:31 WIB
Peletakan batu pertama pembangunan Kafetaria dan Pujasera di Kampus UKIM Talake, Ambon, menandai dimulainya proyek aset produktif YAPERTI GPM.

AMBON — YAPERTI GPM tidak sekadar menambah fasilitas kampus lewat pembangunan Kafetaria dan Pujasera di Kampus UKIM Talake. Proyek ini dirancang sebagai aset produktif yang kelak menghasilkan pendapatan untuk memperkuat misi pendidikan UKIM.

Pembangunan mengacu pada Rencana Induk Pengembangan YAPERTI GPM 2026–2035 serta Rencana Strategis YAPERTI GPM 2026–2030, dan masuk dalam agenda Divisi Pendanaan yayasan.

Aset Hidup yang Hasilkan Pendapatan

Ketua MPH Sinode GPM, Pdt. S. I. Sapulette, menegaskan kafetaria dan pujasera harus dikelola sebagai aset yang memberikan manfaat ekonomi, bukan sekadar bangunan fisik yang berdiri.

“Aset ini harus menjadi aset yang hidup, yaitu aset yang memberi pelayanan, menciptakan nilai, dan menghasilkan pendapatan yang kemudian digunakan kembali untuk memperkuat misi UKIM,” kata Sapulette.

Ia mengingatkan orientasi bisnis tidak boleh menghilangkan fungsi pelayanan kampus. Karena itu, pengelolaan fasilitas ini harus profesional, transparan, dan akuntabel.

Kantin Kampus hingga Kafe Edukasi

Kafetaria dan Pujasera nantinya menjadi pusat kuliner sekaligus ruang interaksi bagi mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan. YAPERTI GPM juga menyiapkan konsep Kafe Edukasi untuk mendukung pengembangan kemampuan bahasa dan sumber daya manusia di lingkungan UKIM.

Dengan konsep tersebut, fasilitas ini diharapkan berkembang menjadi ruang diskusi dan aktivitas sivitas akademika yang turut menghasilkan nilai ekonomi.

Catatan Sejak Pembangunan: Sampah hingga Disabilitas

Sapulette meminta sejumlah aspek diperhatikan sejak tahap pembangunan, mulai dari kebersihan hingga akses bagi penyandang disabilitas. Keamanan pangan, harga yang wajar bagi mahasiswa, pengelolaan sampah, dan pengurangan plastik sekali pakai juga menjadi perhatian.

Peletakan batu pertama disebutnya menjadi titik penting peralihan dari tahap perencanaan menuju pelaksanaan.

“Perlu membangun budaya kelembagaan melalui perencanaan yang baik, pelaksanaan yang sungguh-sungguh, pengawasan yang disiplin, evaluasi yang jujur, serta pertanggungjawaban yang berintegritas,” ujarnya.

Memperluas Sumber Dana Pendidikan

Ketua YAPERTI GPM, Prof. Dr. M. J. Saptenno, S.H., M.Hum., dan Rektor UKIM, Dr. Steve G. Gaspersz, M.A., menempatkan pembangunan ini sebagai bagian dari penguatan pelayanan sekaligus pengembangan sumber pendanaan kampus.

Kegiatan peletakan batu pertama turut dihadiri Pengawas YAPERTI GPM, Dr. Jan Lekatompessy, mantan Kepala LLDIKTI Wilayah XII Maluku dan Maluku Utara, serta jajaran pengurus YAPERTI GPM dan pimpinan UKIM. Doa pembangunan dipimpin Pdt. Chris Lawalata.

Melalui proyek ini, YAPERTI GPM mulai mendorong pola pengelolaan aset yang lebih produktif dengan harapan memperluas sumber pendanaan dan memperkuat keberlanjutan penyelenggaraan pendidikan di UKIM.

Reporter: Fajar
Sumber: terasmaluku.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top