Bhayangkari Resmikan 2 Sumur Bor dan 6 MCK untuk 274 Warga di Desa Labetawi dan Tamedan, Maluku Tenggara

Penulis: Sutomo  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 00:13:02 WIB
Ketua Umum Bhayangkari meresmikan dua sumur bor dan enam MCK untuk 274 warga di Desa Labetawi dan Tamedan, Maluku Tenggara.

Dua unit sumur bor dan enam fasilitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) yang dibangun Bhayangkari kini resmi beroperasi melayani 274 warga di Desa Labetawi dan Desa Tamedan, Kabupaten Maluku Tenggara, Maluku. Peresmian dilakukan Ketua Umum Bhayangkari Ny. Juliati Sigit Prabowo dalam rangkaian program Bhayangkari Peduli memperingati Hari Kesatuan Gerak Bhayangkari (HKGB) ke-74 Tahun 2026.

AMBON — Warga dua desa di Kabupaten Maluku Tenggara kini tak lagi kesulitan mengakses air bersih dan sanitasi layak. Bhayangkari membangun dua unit sumur bor dan enam unit fasilitas Mandi, Cuci dan Kakus (MCK) yang menyasar 274 warga di Desa Labetawi dan Desa Tamedan.

Kapolda Maluku Irjen Pol Dadang Hartanto menegaskan, pembangunan fasilitas ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan infrastruktur, melainkan upaya menghadirkan peningkatan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan.

"Air bersih dan sanitasi merupakan kebutuhan dasar yang sangat menentukan kualitas kesehatan masyarakat. Karena itu, pembangunan sumur bor dan MCK bukan hanya tentang membangun fasilitas, tetapi tentang menghadirkan kualitas hidup yang lebih baik bagi masyarakat," kata Dadang di Ambon, Sabtu.

Manfaat Langsung untuk Kesehatan dan Keluarga

Kapolda menjelaskan, program ini memberikan dampak langsung yang bisa dirasakan warga sehari-hari. Akses terhadap air bersih dan sanitasi yang memadai dinilai mampu menciptakan lingkungan lebih sehat serta mendukung kualitas kehidupan keluarga.

"Program air bersih dan MCK ini memiliki manfaat yang langsung dirasakan masyarakat. Ketika akses terhadap air bersih dan sanitasi semakin baik, maka masyarakat juga mendapatkan lingkungan yang lebih sehat dan mendukung kualitas kehidupan keluarga," ujarnya.

Bukan Bantuan Sesaat, tapi Investasi Jangka Panjang

Dadang menekankan, pembangunan fasilitas ini merupakan wujud kepedulian yang tidak bersifat sementara. Berbeda dengan bantuan sosial yang habis dikonsumsi, infrastruktur air dan sanitasi diharapkan terus memberikan manfaat setelah peresmian selesai.

"Kepedulian tidak selalu harus hadir dalam bentuk bantuan yang sifatnya sesaat. Pembangunan fasilitas seperti ini justru diharapkan memberikan manfaat yang terus berjalan setelah kegiatan selesai," ungkap Dadang.

Ia berharap fasilitas yang telah dibangun dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dan dirawat secara bersama-sama oleh masyarakat. Semangat gotong royong antara pemerintah, masyarakat, dan seluruh unsur terkait menjadi kunci agar manfaatnya bertahan lama.

Rangkaian Bakti Sosial di Kota Tual dan Maluku Tenggara

Peresmian sumur bor dan MCK menjadi bagian dari rangkaian bakti sosial dan bakti kesehatan Bhayangkari di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara. Selain infrastruktur air, Bhayangkari juga menyalurkan bantuan sosial, pelayanan kesehatan gratis, serta bantuan bagi anak stunting dan ibu hamil.

Program ini juga mencakup dukungan pendidikan bagi anak-anak, bantuan untuk penyandang disabilitas, lanjut usia, dan kelompok nelayan. Polda Maluku bersama Polres Tual dan Polres Maluku Tenggara bertugas mengamankan serta mengoordinasikan seluruh rangkaian kunjungan Ketua Umum Bhayangkari.

Reporter: Sutomo
Sumber: ambon.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top