AMBON — Proses pemadaman api masih berlangsung hingga Jumat siang setelah kebakaran melanda kawasan padat penduduk di belakang Puskesmas Rijali, Negeri Batumerah. Sejumlah unit mobil pemadam kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Pemerintah Kota Ambon dikerahkan untuk menjinakkan kobaran api yang terus membakar bangunan di permukiman rapat tersebut.
Berdasarkan pantauan di lokasi, kepulan asap dan bara api masih terlihat di sejumlah titik hingga sekitar pukul 12.00 WIT. Warga setempat turun tangan membantu petugas dengan peralatan seadanya untuk mencegah api merambat lebih luas ke bangunan lain yang jaraknya saling berdekatan.
Seorang warga yang ditemui di lokasi mengatakan, kobaran api pertama kali terlihat dari salah satu bangunan rumah kos. "Api mulai terlihat sekitar pukul sembilan. Awalnya dari rumah kos," ujarnya.
Dari sana, api dengan cepat menjalar ke bangunan-bangunan lain di sekitarnya. Kondisi bangunan yang terbuat dari material mudah terbakar serta jarak antar rumah yang nyaris tanpa celah membuat api cepat membesar dalam hitungan menit.
Data sementara di lapangan menyebutkan sekitar enam bangunan rumah terbakar dalam musibah ini. Sejumlah bangunan yang terdampak diketahui merupakan rumah kos yang berdiri berdekatan satu sama lain.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui pasti berapa jumlah kepala keluarga (KK) dan jiwa yang terdampak kebakaran. Petugas masih melakukan pendataan terhadap bangunan serta warga yang terkena musibah. Jumlah tersebut masih dapat berubah setelah proses pemeriksaan di lokasi selesai dilakukan.
Kondisi permukiman yang padat serta akses jalan yang sempit menjadi kendala bagi petugas pemadam kebakaran. Kendaraan pemadam tidak dapat dengan mudah menjangkau titik api sehingga proses pemadaman harus dilakukan dengan ekstra hati-hati.
Petugas terpaksa menarik selang dari jarak yang cukup jauh untuk mencapai titik api. Warga dan petugas terus berjibaku menjinakkan kobaran api yang masih menyisakan bara di sejumlah titik hingga siang hari.
Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran maupun total kerugian material akibat peristiwa tersebut. Petugas masih melakukan pendataan terhadap bangunan serta warga yang terdampak.
Jumlah rumah atau bangunan yang terbakar termasuk KK dan jumlah jiwa masih dapat berubah setelah proses pendataan dan pemeriksaan di lokasi selesai dilakukan.