MALUKU — Banyak yang mengira ibu yang bekerja dari rumah (WFH) punya peluang lebih besar untuk sukses menyusui karena bisa dekat dengan bayi. Namun, penelitian dari para ahli di Washington State University (WSU) justru menemukan hal sebaliknya.
Hasil studi yang dipublikasikan di Western Journal of Nursing Research ini menunjukkan ibu WFO mampu mempertahankan pemberian ASI selama 24 minggu atau enam bulan penuh. Angka keberhasilan mereka mencapai 70 persen, mengungguli ibu WFH yang berada di angka 60 persen.
Data dari penelitian ini mematahkan asumsi umum tentang menyusui. Berikut rincian tingkat keberhasilan berdasarkan kondisi pekerjaan ibu:
Natsuko Wood, asisten profesor di College of Nursing WSU, menjelaskan bahwa lingkungan kantor memberikan batasan jam kerja yang jelas. Rutinitas yang terstruktur ini membantu ibu menyusui memiliki jadwal memompa ASI yang lebih teratur dan fokus.
Setelah melewati masa adaptasi di awal, struktur ini justru menjadi kunci keberhasilan. Bunda yang WFO cenderung lebih disiplin karena ada jam kerja yang pasti, berbeda dengan saat bekerja dari rumah yang batasannya sering kabur.
Pada awal masa menyusui, ibu yang memompa ASI di tempat kerja memang melaporkan perasaan canggung atau khawatir terhadap respons rekan kerja. Namun, penelitian menemukan hal menarik terjadi pada minggu ke-24.
Terjadi pembalikan emosional yang signifikan. Ibu WFO justru merasa jauh lebih positif dan mantap mempertahankan rutinitas menyusui mereka dibanding kelompok lainnya. Perasaan positif inilah yang membantu mereka bertahan hingga akhir periode enam bulan.
Secara fisik dekat dengan bayi ternyata tidak menjamin kelancaran menyusui. Ibu rumah tangga menghadapi tuntutan pengasuhan dan pekerjaan rumah yang tidak pernah berhenti, 24 jam sehari, 7 hari seminggu.
Tanpa batasan waktu kerja yang jelas atau jam istirahat yang teratur, tingkat stres bisa meningkat. Kondisi ini akhirnya memengaruhi konsistensi pemberian ASI dan menjelaskan mengapa persentase keberhasilan mereka paling rendah.
Keberhasilan ibu WFO menyusui selama enam bulan tidak lepas dari dukungan regulasi di tempat kerja. Adanya jadwal yang pasti dan fasilitas yang memadai untuk memompa ASI terbukti menjadi faktor penting.
Dengan rutinitas harian yang teratur, ibu pekerja justru lebih mudah mencapai target ASI eksklusif. Semoga informasi ini bermanfaat dan menambah semangat Bunda yang sedang berjuang memberikan ASI terbaik untuk Si Kecil, apa pun kondisi pekerjaannya.