4 Hal yang Tidak Lagi Dituntut Wanita Saat Merasa Aman dalam Pernikahan, Begini Kata Jurnalis

Penulis: Ragil  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:11:01 WIB
Seorang istri yang merasa aman dalam pernikahan tidak lagi menuntut akses penuh ke ponsel pasangannya.

AMBON — Keamanan emosional dan kepercayaan menjadi pilar utama yang menentukan kokoh atau rapuhnya sebuah pernikahan, melampaui sekadar pemenuhan kebutuhan materi. Seorang istri yang telah merasakan keamanan penuh dalam hubungannya tidak lagi terdorong untuk meminta hal-hal yang sebenarnya merupakan standar minimum dalam bahtera rumah tangga.

Hal ini berbeda dengan kondisi perempuan yang memiliki kepercayaan diri rendah dalam hubungan, yang kerap merasa perlu menuntut berbagai hal sebagai bentuk validasi. Artikel dari YourTango yang ditulis Sophie Bagheri, jurnalis dengan latar belakang sarjana bahasa Inggris dan teater yang fokus pada topik gaya hidup, menggarisbawahi dinamika psikologis tersebut.

Apa Saja yang Tidak Lagi Diminta Perempuan yang Aman?

Dalam ulasannya, Sophie Bagheri memaparkan bahwa perempuan dengan gaya keterikatan yang sehat dan tingkat kepercayaan tinggi pada pasangannya tidak perlu meminta beberapa hal berikut ini. Permintaan ini biasanya muncul justru ketika fondasi kepercayaan dalam hubungan sedang goyah.

  • Akses penuh ke ponsel pasangan. Rasa aman membuat seorang istri tidak butuh memeriksa ponsel suami untuk mencari tahu aktivitasnya. Kepercayaan yang terbangun menghilangkan kebutuhan akan pengawasan tersebut.
  • Janji yang muluk-muluk. Wanita yang aman tidak menuntut pasangan memberikan janji besar yang sulit ditepati. Mereka lebih menghargai konsistensi dan tindakan nyata sehari-hari dibandingkan sekadar rangkaian kata.
  • Perhatian berlebihan di media sosial. Tidak ada lagi tuntutan untuk selalu tampil dalam unggahan pasangan sebagai bentuk pengakuan publik. Validasi internal dari hubungan justru dinilai lebih bermakna.
  • Kepastian yang dipaksakan. Rasa aman menghapus kebutuhan untuk terus-menerus meminta kepastian tentang masa depan hubungan. Keyakinan terhadap komitmen pasangan sudah tertanam kuat.

Mengapa Rasa Aman Mengubah Cara Pandang?

“Wanita yang merasa aman dalam pernikahannya dan mempercayai pasangannya tidak perlu meminta hal-hal yang sudah menjadi kebutuhan dasar,” demikian disampaikan dalam artikel tersebut. Pernyataan ini menegaskan bahwa ketika kebutuhan dasar emosional telah terpenuhi, berbagai tuntutan tambahan menjadi tidak relevan.

Fenomena ini menunjukkan bahwa kualitas hubungan tidak diukur dari seberapa banyak tuntutan yang dipenuhi, melainkan dari seberapa dalam kepercayaan yang terjalin. Pasangan yang berhasil membangun rasa aman akan menikmati hubungan yang lebih ringan tanpa beban kecurigaan atau ekspektasi berlebihan.

Bagi pasangan di Ambon dan sekitarnya, artikel ini menjadi pengingat bahwa investasi terbesar dalam pernikahan bukanlah materi, melainkan waktu dan energi untuk membangun kepercayaan. Komunikasi yang terbuka dan konsistensi tindakan menjadi kunci utama agar rasa aman tersebut dapat terus dipelihara dalam kehidupan rumah tangga sehari-hari.

Reporter: Ragil
Sumber: porostimur.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top