AMBON — Sebanyak 100 mahasiswa aktif Universitas Terbuka (UT) Ambon kini memiliki jaminan keselamatan berupa asuransi kecelakaan diri. Perlindungan ini merupakan hasil kerja sama antara kampus dan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Cabang Ambon, yang berlaku baik saat kegiatan perkuliahan maupun di luar aktivitas kampus.
Direktur UT Ambon Yuli Tirtariandi El Anshori mengatakan, penandatanganan perjanjian kerja sama telah dilakukan dengan Jasindo. Program ini dihadirkan sebagai upaya kampus memberikan rasa aman kepada mahasiswa terhadap risiko kecelakaan.
“Jadi kami telah menandatangani perjanjian kerja sama dengan PT Jasindo, salah satu BUMN di bidang asuransi, khusus untuk asuransi kecelakaan diri mahasiswa,” kata Yuli di Ambon, Minggu.
Pada tahap awal, 100 mahasiswa yang berstatus aktif berkuliah menjadi penerima manfaat. Seluruh biaya premi ditanggung oleh Jasindo melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL), sehingga mahasiswa tidak dipungut biaya sepeser pun.
“Untuk tahap awal ini ada 100 penerima. Mahasiswa yang menjadi penerima adalah yang statusnya aktif berkuliah. Untuk pembiayaan premi, sepenuhnya ditanggung melalui dana TJSL dari PT Jasindo,” ujarnya.
Mahasiswa yang mengalami kecelakaan, baik saat mengikuti perkuliahan maupun beraktivitas di luar kampus, akan memperoleh manfaat perlindungan sesuai ketentuan polis yang berlaku.
Pimpinan PT Jasindo Cabang Ambon Ainul Anugrah Paride menjelaskan, perlindungan yang diberikan mencakup risiko kecelakaan, termasuk biaya perawatan dan santunan. Nilai manfaat santunan maksimal mencapai Rp 15 juta.
“Program ini merupakan bentuk sinergi antara Jasindo dan UT Ambon. Kami memberikan perlindungan kecelakaan diri bagi mahasiswa, sehingga mereka memiliki perlindungan ketika terjadi risiko kecelakaan,” kata Ainul.
Ke depan, UT Ambon berencana memperluas cakupan program ini. Mahasiswa yang tidak termasuk dalam kuota 100 penerima awal dapat mengikuti secara mandiri dengan premi yang relatif terjangkau.
“Ke depan akan dikembangkan. Kalau ada mahasiswa yang ingin ikut secara mandiri, bisa juga. Preminya relatif terjangkau, yakni Rp10.000 per tahun per orang,” ungkap Yuli.
Kerja sama ini menjadi bagian dari sinergi BUMN dengan institusi pendidikan di Maluku untuk memperluas akses perlindungan asuransi bagi masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa.