AMBON — Sebanyak 250 mahasiswa baru yang berdomisili di Pulau Ambon dan sekitarnya mengikuti OSMB dan PKBJJ secara luring di Zest Hotel Ambon. Ribuan mahasiswa lainnya yang tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku akan mengikuti kegiatan serupa secara daring.
Yuli Tirtariandi El Anshori menegaskan, keikutsertaan dalam kegiatan ini bersifat wajib bagi seluruh mahasiswa baru. Namun, mereka yang terkendala pekerjaan atau alasan lain tetap bisa mengikuti pembekalan melalui platform daring.
“Jumlah mahasiswa baru kita semester ini 1.006 orang, tersebar di 11 kabupaten/kota di Maluku. Khusus kegiatan hari ini dan dilanjutkan Minggu, 16 Agustus besok ini untuk mahasiswa baru yang berdomisili di Pulau Ambon dan sekitarnya itu ada 250 orang. Dan nanti yang lainnya akan kita arahkan mengikuti OSMB dan PKBJJ secara daring,” jelas Yuli.
Melalui OSMB, mahasiswa diperkenalkan dengan lingkungan akademik, sistem layanan pendidikan, serta berbagai ketentuan selama menempuh pendidikan di UT. Sementara itu, PKBJJ memberikan keterampilan dasar untuk mengikuti pembelajaran secara mandiri dengan memanfaatkan teknologi dan platform yang disediakan.
“Melalui kegiatan orientasi studi mahasiswa baru ini, kita berharap mahasiswa mempunyai bekal untuk menjalani dan mengikuti proses pembelajaran di UT Ambon. Mereka akan diberikan pemahaman bagaimana belajar mandiri dan mengikuti sistem pendidikan jarak jauh yang dijalankan UT,” katanya.
Yuli menambahkan, mahasiswa juga dibekali kemampuan mengatur waktu belajar, memahami Buku Materi Pokok (BMP) atau modul pembelajaran, hingga mempersiapkan diri menghadapi evaluasi hasil belajar dan ujian akhir semester.
Yuli menyebut fleksibilitas sistem pembelajaran menjadi daya tarik utama UT bagi masyarakat yang sudah bekerja. Sistem ini memungkinkan mereka melanjutkan pendidikan tanpa harus meninggalkan aktivitas pekerjaan sehari-hari.
“Kenapa masyarakat memilih kuliah di UT, salah satunya karena fleksibilitas. Mereka yang sudah bekerja tetapi belum memiliki kesempatan melanjutkan pendidikan bisa bekerja sambil kuliah, karena proses pembelajaran tidak mengganggu aktivitas sehari-hari,” ungkapnya.
Dari sisi biaya, pendaftaran jalur umum hanya Rp100 ribu dan biaya kuliah rata-rata sekitar Rp1,3 juta per semester. Tidak ada uang gedung atau sumbangan pengembangan institusi. UT juga tidak menerapkan sistem drop out (DO), menyesuaikan dengan karakteristik mahasiswa yang memiliki kesibukan berbeda-beda.
“Di UT tidak diberlakukan sistem dropout. Mahasiswa memiliki kesibukan masing-masing. Ada yang bisa menyelesaikan studi 3,5 tahun atau empat tahun, tetapi ada juga yang membutuhkan waktu lebih lama,” katanya.
Yuli menegaskan, UT saat ini menjadi satu-satunya perguruan tinggi di Provinsi Maluku yang terakreditasi A dari jumlah perguruan tinggi lebih dari 40. Kegiatan ini turut menghadirkan Kepala Badan Intelijen Daerah (Binda) Maluku, Marsma TNI R. Harys Soeryo Mahendra, sebagai pemateri.
Pada kesempatan yang sama, UT Ambon menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Cabang Ambon. Kerja sama ini memberikan perlindungan asuransi kecelakaan diri bagi mahasiswa UT Ambon dengan masa pertanggungan selama satu tahun.