Kementan Salurkan 10 Combine Harvester dan Cetak 91 Hektare Sawah Baru di Maluku Tengah untuk Jaga Swasembada Pangan 2026

Penulis: Saiful  •  Selasa, 28 Juli 2026 | 19:20:59 WIB
Kementan menyalurkan 10 unit combine harvester ke sentra produksi padi di Kecamatan Seram Utara Timur Seti dan Seram Utara Timur Kobi, Maluku Tengah.

MASOHI — Sebanyak 10 unit combine harvester atau alat panen padi modern telah tiba di Maluku Tengah dan langsung diarahkan ke sentra produksi di Kecamatan Seram Utara Timur Seti (SETI) dan Seram Utara Timur Kobi. Kepala Dinas Pertanian dan Hortikultura Maluku Tengah, Arsyad Slamat, mengatakan seluruh unit akan mendukung proses panen di dua kecamatan tersebut.

“Tahun 2026 ini Kementerian Pertanian memfokuskan program pada upaya mempertahankan swasembada pangan. Maluku Tengah sudah mencapai target tersebut pada 2025, sehingga tahun ini kita diminta menjaga capaian itu,” kata Arsyad.

Bantuan Alat Perontok dan Target Produktivitas 10 Ton per Hektare

Selain combine harvester, Kementan juga menyalurkan power thresher atau alat perontok padi kepada kelompok tani yang lahannya belum bisa dijangkau alat panen modern. Bantuan ini diharapkan menekan kehilangan hasil produksi sekaligus meningkatkan efisiensi panen.

Pemerintah juga meluncurkan program peningkatan produktivitas padi yang menargetkan kenaikan hasil panen dari 5-7 ton per hektare menjadi 7-10 ton per hektare. Program tersebut mulai diterapkan melalui proyek percontohan di Kecamatan Seram Utara Barat seluas 25 hektare. Pada Agustus mendatang, program akan diperluas ke wilayah SETI dan Kobi menyesuaikan musim tanam.

Menurut Arsyad, peningkatan produktivitas didukung penyediaan pupuk, alat tanam modern, dan pengolahan lahan yang lebih optimal. Sekitar 21 hektare sawah di Desa Karlutu, Kecamatan Seram Utara Barat, telah masuk dalam program peningkatan produksi tersebut.

Cetak Sawah 91 Hektare: Target Mulai Ditanam 2027

Di sektor perluasan areal tanam, Maluku Tengah mendapat alokasi cetak sawah baru seluas 91 hektare. Program ini dikerjakan melalui kerja sama Kementan dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI), sementara Dinas Pertanian bertugas mengusulkan lokasi dan melakukan pengawasan di lapangan.

“Pelaksanaannya dikerjakan oleh TNI bersama Kementerian Pertanian, sedangkan dinas hanya mengusulkan lokasi dan melakukan pengawasan,” jelas Arsyad. Pemerintah menargetkan lahan sawah baru tersebut sudah bisa dimanfaatkan untuk musim tanam pada 2027.

Selain mengembangkan padi sawah, Pemkab Maluku Tengah terus mendorong pengembangan padi gogo atau padi ladang sebagai langkah memperkuat ketahanan pangan daerah. Arsyad berharap berbagai bantuan dan program ini mampu meningkatkan produktivitas pertanian serta kesejahteraan petani di Maluku Tengah.

Reporter: Saiful
Sumber: radiodms.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top