AMBON — Kelangkaan BBM di Banda Neira sempat memicu harga selangit di pengecer. Pertalite yang biasanya dijual jauh di bawah harga tersebut melambung hingga Rp30.000 per liter. Kondisi ini terjadi setelah stok di lembaga penyalur resmi menipis, mendorong warga membeli dari pengecer dengan harga tidak terkendali.
PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku langsung bergerak. Area Manager Communication, Relations & CSR Ispiani Abbas mengatakan, perusahaan telah menyelesaikan pemuatan BBM ke kapal pengangkut yang akan melayani distribusi ke Banda Neira. Kapal tersebut membawa 60 kiloliter Pertamax dan 3 kiloliter Dexlite.
"Kami memproyeksikan pasokan ini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat selama sekitar 25 hari," ujar Ispiani dalam keterangan resmi yang diterima Terasmaluku.com.
Distribusi sempat tertunda karena menunggu penerbitan Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP). Ispiani menjelaskan, prosedur keselamatan pelayaran menjadi prioritas utama mengingat jalur laut sangat bergantung pada kesiapan armada dan kondisi cuaca di perairan Maluku.
"Setelah seluruh persyaratan dipenuhi dan mempertimbangkan kondisi cuaca, kapal akhirnya diberangkatkan pada Minggu (26/7/2026) siang," kata Ispiani.
Pertamina juga melakukan pemantauan berkala terhadap stok BBM di lembaga penyalur resmi. Langkah lanjutan disiapkan untuk menjamin keberlanjutan pasokan berikutnya. Perusahaan terus berkoordinasi dengan Syahbandar, operator transportasi, Pemerintah Provinsi Maluku, Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah, serta seluruh pemangku kepentingan agar distribusi berjalan sesuai rencana.
"Mengingat distribusi dilakukan melalui jalur laut, kami terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait agar setiap pasokan dapat tiba sesuai jadwal dan segera disalurkan kepada masyarakat," ujar Ispiani.
Menanggapi lonjakan harga di pengecer, Pertamina menegaskan bahwa harga resmi BBM hanya berlaku di lembaga penyalur resmi Pertamina. Harga yang ditetapkan pengecer berada di luar kewenangan perusahaan.
Pertamina mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan memanfaatkan lembaga penyalur resmi agar distribusi dapat berlangsung lebih merata. Masyarakat yang membutuhkan informasi mengenai layanan dan produk dapat menghubungi Pertamina Customer Solution 135.