AMBON — Misa perdana RP Belly Yoakhim Resubun, MSC, digelar di kediaman keluarga Edy Tethool, Kompleks Gudang Arang, Ambon. Perayaan syukur ini dipimpin langsung oleh imam baru tersebut dan diikuti oleh 16 konfrater dari tarekat MSC serta imam projo Keuskupan Amboina. Turut hadir Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, Walikota Ambon Bodewin Melkias Wattimena, Ketua PKK Lisa Kalalo Wattimena, dan anggota DPD RI Novita Anakotta.
Dalam sambutannya, Gubernur Hendrik Lewerissa mengajak seluruh umat memanjatkan syukur atas tahbisan imamat. Ia menegaskan bahwa panggilan imamat merupakan penyerahan diri total untuk melayani Tuhan dan sesama. “Pembangunan daerah tidak hanya berorientasi pada fisik, tetapi juga harus ditopang pembangunan spiritual sebagai fondasi kehidupan yang harmonis, damai, dan berkarakter,” ujarnya.
Lewerissa secara khusus menyoroti maraknya praktik prostitusi, judi online, dan penyalahgunaan narkoba yang mengancam generasi muda. Ia mendorong gereja untuk menjadi pusat pembinaan iman dan akhlak, serta memperkuat sinergi antartokoh agama. “Kolaborasi yang erat antara pemerintah, gereja, dan seluruh elemen masyarakat merupakan modal penting untuk mewujudkan Maluku yang maju, harmonis, dan sejahtera,” pungkasnya.
Sekretaris Keuskupan Amboina, RD Agus Arbol, menyampaikan lima aspek penting di balik perayaan misa perdana. Pertama, peristiwa ini adalah perayaan kesetiaan Allah di tengah dunia yang bising. Bukan untuk mengagungkan pribadi, melainkan tanda bahwa Tuhan tidak meninggalkan umat-Nya. Kedua, perjalanan panggilan pastor Belly dimulai dari keluarga yang rela melepaskan putranya, melalui masa formasi panjang hingga pergumulan pribadi. “Allah tidak memanggil orang yang sudah sempurna, melainkan Ia membentuk mereka yang mau menjawab panggilan,” kata Agus.
Ketiga, di era digital yang penuh individualisme, imam baru diharapkan menjadi oase kasih Hati Kudus Yesus. Ia dipanggil untuk menjangkau umat hingga ke pulau-pulau terpencil di Keuskupan Amboina. Keempat, nama “Belly” dimaknai sebagai identitas misionaris, yaitu pribadi yang siap melayani dengan hati. Kelima, momen ini menjadi kemenangan iman bersama—buah doa orang tua, pembinaan tarekat, dan dukungan umat.
Perayaan misa syukur ini difasilitasi oleh masyarakat Ohoi Ngilngof, Kabupaten Maluku Tenggara, yang berada di Kota Ambon. Gubernur berharap kehadiran imam baru menjadi berkat bagi keluarga, gereja, dan seluruh umat di Keuskupan Amboina.