AMBON — Kecelakaan kerja di lokasi pembangunan gerai Alfamidi di Maluku Tenggara mengakibatkan dua orang meninggal dunia. Kedua korban tewas adalah Mohamad Yudi dan Topik Hidayat, sementara seorang pekerja bernama Herno mengalami luka parah.
Peristiwa terjadi sekitar pukul 09.30 WIT saat ketiga korban sedang duduk di bawah dinding beton yang baru selesai dikerjakan. Angin kencang yang melanda wilayah tersebut diduga menjadi pemicu utama ambruknya struktur bangunan yang belum sepenuhnya kuat.
Kepala Seksi Humas Polres Maluku Tenggara Ipda Wandi Puasa mengungkapkan, berdasarkan keterangan saksi yang juga rekan kerja korban, saat kejadian ketiga pekerja sedang beristirahat dan mengobrol di bawah tembok. "Tiba-tiba tembok tersebut roboh dan menimpa ketiga korban," ujarnya, Jumat.
Dinding yang ambruk merupakan bagian dari bangunan gerai yang masih dalam proses pengerjaan. Menurut polisi, kondisi tembok belum dipasang tiang penyangga sehingga belum cukup kuat menahan tekanan angin. "Lokasi tersebut juga menghadap ke laut, sehingga angin kencang langsung menerpa tembok dan menyebabkannya rubuh," jelas Wandi.
Hendrik, seorang warga setempat yang melintas di lokasi tak lama setelah kejadian, melihat para pekerja lain berusaha mengevakuasi korban. "Tadi pas kejadian itu angin sangat kencang sekali. Pas saya lewat ada yang sudah mengangkat korban ke dalam mobil untuk dibawa ke rumah sakit," kata Hendrik kepada Kompas.com.
Ia menyebutkan, dinding bangunan yang ambruk roboh hingga rata dengan tanah. Ketiga korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Karel Sadsuitubun untuk mendapatkan penanganan medis. Dua korban, Mohamad Yudi dan Topik Hidayat, dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Sementara Herno yang menjabat sebagai mandor proyek saat ini dalam kondisi kritis.
Polres Maluku Tenggara masih melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait kecelakaan kerja ini. Dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) sementara, faktor utama yang menyebabkan ambruknya dinding adalah kondisi struktur yang belum stabil. "Tembok yang belum benar-benar kuat dan belum dipasang tiang penyangga menyebabkan tembok rubuh, ditambah kondisi angin yang kencang," tambah Ipda Wandi Puasa.
Belum ada pernyataan resmi dari pihak pengembang atau manajemen Alfamidi terkait insiden ini. Kecelakaan kerja di proyek konstruksi di Maluku kembali menjadi perhatian, terutama terkait prosedur keselamatan kerja di lapangan.