MALUKU — Penuntasan proyek ini ditandai dengan penandatanganan Completion and Project Acceptance Certificate (PAC) antara AMMAN dengan mitra strategisnya, China Nonferrous Metal Industry's Foreign Engineering and Construction Co., Ltd. (NFC), di kantor pusat NFC di Beijing, Tiongkok, pada 18 Juli 2026. Sertifikat ini menegaskan bahwa seluruh pekerjaan konstruksi dan item komisioning telah rampung sesuai kontrak.
Kompleks smelter ini tidak hanya memproduksi katoda tembaga berkualitas tinggi. Fasilitas terintegrasi ini juga menghasilkan emas, perak, asam sulfat, dan selenium. Produk-produk tersebut merupakan bahan baku kritis bagi sektor energi terbarukan, mobilitas listrik, hingga manufaktur berteknologi tinggi.
Presiden Direktur AMMAN, Arief Sidarto, mengatakan bahwa keberhasilan ini menegaskan komitmen perusahaan terhadap agenda hilirisasi nasional. "Beroperasinya smelter ini menegaskan komitmen kami untuk mendukung agenda hilirisasi nasional. Ke depan, kami berharap ekosistem kebijakan yang mendukung daya saing industri pengolahan dan pertambangan dalam negeri dapat terus diperkuat," ujar Arief, Jumat (24/7/2026).
Meski smelter telah beroperasi lebih dari satu tahun, pencapaian ini menjadi tonggak penting karena menandai bahwa seluruh uji jaminan kinerja (performance guarantee test) telah terpenuhi. Pabrik kini resmi memasuki fase operasi jangka panjang.
Chairman NFC, Liu Yu, menambahkan bahwa proyek ini mencerminkan kolaborasi internasional yang kuat dalam pengembangan industri pengolahan mineral berskala besar. Fasilitas ini mengintegrasikan teknologi pengolahan terkini dan sistem pengelolaan lingkungan kelas dunia untuk mencapai tingkat pemulihan logam optimal serta efisiensi energi tinggi.
Kehadiran smelter ini memperkuat rantai nilai tambah mineral Indonesia di pasar global. Dengan kapasitas pengolahan yang besar, AMMAN tidak lagi sekadar mengekspor konsentrat mentah, melainkan menghasilkan produk jadi bernilai tinggi. Langkah ini sejalan dengan kebijakan pemerintah yang mendorong pengolahan sumber daya alam di dalam negeri.
Pencapaian ini menandai dimulainya fase baru bagi AMMAN sebagai perusahaan yang terintegrasi dari kegiatan pertambangan hingga pengolahan mineral. Ke depan, perusahaan berharap ekosistem kebijakan yang mendukung daya saing industri pengolahan dan pertambangan dalam negeri terus diperkuat agar Indonesia mampu memaksimalkan manfaat hilirisasi di tengah dinamika global.