AMBON — Biaya membangun gedung atau infrastruktur di Kota Ambon kini menjadi yang paling terjangkau di Maluku. Berdasarkan data BPS yang dirilis baru-baru ini, Indeks Kemahalan Konstruksi (IKK) kota tersebut hanya 91,61 poin pada 2025.
Tren penurunan IKK Ambon cukup signifikan. Dalam setahun terakhir, indeks ini turun 8,8 poin. Jika ditarik lebih jauh, dalam lima tahun terakhir terjadi penurunan sebesar 18,59 poin. Artinya, biaya konstruksi di Ambon relatif semakin murah dibandingkan kota acuan, Surabaya.
Posisi Ambon sebagai wilayah dengan biaya konstruksi termurah kontras dengan kondisi di ujung timur Maluku. Kabupaten Maluku Barat Daya mencatat IKK tertinggi di provinsi ini, mencapai 114,74 poin. Artinya, biaya bangun di sana 14,74 persen lebih mahal dibanding Surabaya.
Empat daerah lain dengan IKK tinggi adalah Kabupaten Kepulauan Tanimbar (107,87 poin), Kota Tual (106,74 poin), Kabupaten Kepulauan Aru (106,59 poin), dan Kabupaten Maluku Tenggara (106,2 poin).
BPS mendefinisikan IKK sebagai indeks harga yang membandingkan tingkat kemahalan konstruksi suatu daerah dengan Kota Surabaya. Semakin tinggi angkanya, semakin mahal biaya pembangunan di wilayah tersebut. Berikut lima daerah dengan IKK terendah di Maluku pada 2025:
Data BPS menunjukkan disparitas biaya konstruksi antarwilayah di Maluku cukup lebar. Selisih IKK antara Ambon dan Maluku Barat Daya mencapai 23,13 poin. Perbedaan ini biasanya dipengaruhi oleh faktor geografis, ketersediaan material bangunan lokal, serta biaya logistik dan transportasi laut yang tinggi ke daerah kepulauan terluar.