Proyek Jalan Seram–Wailoping di Maluku Tengah Dikeluhkan Warga, Debu Ganggu Kesehatan dan Papan Informasi Hilang

Penulis: Ragil  •  Selasa, 21 Juli 2026 | 08:18:31 WIB
Debu beterbangan dari badan proyek Jalan Seram–Wailoping di Maluku Tengah mengganggu pernapasan warga dan mengurangi jarak pandang pengendara.

AMBON — Keluhan warga terhadap proyek Preservasi Jalan Lintas Seram–Wailoping di Kabupaten Maluku Tengah terus mengemuka. Selain progres pekerjaan yang dinilai lambat, polusi debu dari badan jalan yang belum rampung dikerjakan disebut mengganggu pernapasan warga dan mengurangi jarak pandang pengendara.

Debu Masuk ke Rumah, Warga Alami Gangguan Pernapasan

Pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik di ruas jalan utama itu masih berupa badan jalan yang belum terselesaikan. Setiap kali kendaraan melintas, terutama saat cuaca kering, debu beterbangan dan masuk ke rumah-rumah serta tempat usaha warga.

“Kami setiap hari makan debu. Anak-anak dan orang tua mulai mengeluhkan gangguan pernapasan. Penyiraman jalan sangat jarang dilakukan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, kendaraan tangki air hanya sesekali melintas untuk menyiram jalan, sehingga debu kembali beterbangan tak lama setelah kendaraan lewat. Warga berharap kontraktor pelaksana meningkatkan frekuensi penyiraman selama masa pengerjaan.

Papan Informasi Proyek Hilang, Warga Pertanyakan Transparansi

Selain soal debu, warga juga menyoroti hilangnya papan informasi proyek yang sebelumnya terpasang di lokasi. Padahal, papan tersebut memuat identitas pekerjaan, nilai kontrak, sumber dana APBN, pelaksana proyek, serta jangka waktu pelaksanaan.

Ketiadaan papan informasi itu membuat masyarakat sulit memantau perkembangan proyek dan mempertanyakan akuntabilitas pelaksanaan. Jalan Lintas Seram–Wailoping merupakan akses utama yang menghubungkan sejumlah kawasan di Maluku Tengah, termasuk wilayah transmigrasi Kobisonta yang menjadi sentra produksi pangan.

BPJN Maluku Belum Beri Jawaban Substantif

Upaya konfirmasi titastory.id kepada BPJN Maluku melalui pesan WhatsApp hingga Senin (20/7/2026) belum membuahkan jawaban substantif. Ketika ditanya mengenai progres pekerjaan, target penyelesaian, evaluasi kontraktor, serta upaya mitigasi debu, pihak BPJN hanya membalas singkat, “nanti.”

Warga mendesak Kementerian Pekerjaan Umum melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan proyek jika ditemukan keterlambatan atau persoalan lain yang berdampak pada pelayanan publik. Hingga berita ini diturunkan, titastory.id masih menunggu tanggapan resmi BPJN Maluku soal progres pekerjaan, penyebab lambatnya proyek, keberadaan papan informasi, serta langkah pengendalian polusi debu.

Reporter: Ragil
Sumber: titastory.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top