MALUKU — Manajemen Madura United bergerak cepat di bursa transfer awal musim. Keputusan mempertahankan mayoritas skuad menjadi sinyal bahwa klub yakin dengan fondasi tim yang sudah dibangun, meski performa musim lalu sempat terseok-seok di papan bawah.
Madura United resmi mengontrak seorang gelandang asal Sukoharjo. Nama pemain tersebut belum diumumkan secara resmi oleh pihak klub, namun dikonfirmasi telah meneken kontrak untuk musim depan.
Selain itu, Laskar Sapeh Kerap juga meminjam satu pemain dari Persebaya Surabaya. Langkah ini diambil untuk menambah kedalaman skuad tanpa harus mengeluarkan biaya transfer besar di tengah persiapan menatap kompetisi.
Keputusan untuk tidak melakukan perombakan besar-besaran terbilang mengejutkan. Sebab, Madura United nyaris terdegradasi dari Liga 1 musim lalu dan hanya selamat di pekan-pekan akhir.
Namun, manajemen menilai kohesi tim dan chemistry antar pemain sudah terbentuk. Daripada merekrut banyak pemain baru yang butuh adaptasi, klub memilih memperkuat beberapa sektor yang dianggap kurang solid.
“Kami percaya dengan materi pemain yang ada. Evaluasi internal menunjukkan beberapa pemain kunci masih bisa diandalkan. Kami hanya perlu menambal beberapa posisi,” demikian pernyataan manajemen yang dikutip dari Radar Solo.
Madura United tidak ingin mengulang pengalaman pahit musim lalu. Dengan skuad yang mayoritas tetap, pelatih diharapkan bisa langsung menerapkan strategi tanpa perlu waktu pengenalan pemain baru.
Kedatangan gelandang asal Sukoharjo dan pemain pinjaman dari Persebaya diharapkan bisa menambah kreativitas di lini tengah. Keduanya diproyeksikan menjadi pengatur serangan dan jembatan antara lini bertahan dengan depan.
Liga 1 musim depan akan menjadi ujian sesungguhnya apakah keputusan mempertahankan skuad ini tepat. Para suporter berharap Laskar Sapeh Kerap bisa kembali bersaing di papan tengah, bukan lagi berjibaku menghindari degradasi.