BANDA NEIRA — Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah mendapat angin segar setelah Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo melakukan peninjauan langsung ke Bandara Banda Neira, Sabtu (11/7/2026). Dalam kunjungan itu, Menteri mengungkapkan pemerintah tengah mengkaji perpanjangan landasan pacu dari saat ini 900 meter menjadi sekitar 2,1 hingga 2,2 kilometer.
Rencana itu akan dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan. Menurut Dody, penambahan panjang runway akan memungkinkan bandara melayani pesawat berbadan lebih besar, sehingga akses menuju Kepulauan Banda menjadi lebih mudah dan cepat.
Selama ini, landasan pacu sepanjang 900 meter hanya bisa didarati pesawat kecil seperti ATR atau Twin Otter. Kondisi itu membatasi jumlah penumpang dan kargo yang bisa masuk, sekaligus membuat harga tiket cenderung mahal karena terbatasnya kapasitas angkut.
Dengan target panjang hingga 2,2 kilometer, bandara nantinya mampu didarati pesawat jet seperti Boeing 737 atau Airbus A320. Dampaknya langsung terasa pada mobilitas warga, distribusi logistik, dan sektor pariwisata.
Bupati Maluku Tengah Zulkarnain Awat Amir menyambut positif perhatian pemerintah pusat. Ia menilai peningkatan kapasitas bandara akan menjadi pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperbesar peluang investasi dan kunjungan wisatawan ke Banda Neira.
“Banda Neira dikenal sebagai destinasi wisata sejarah unggulan di Indonesia. Akses udara yang lebih baik pasti akan meningkatkan jumlah wisatawan,” ujar Zulkarnain dalam keterangan yang diterima redaksi.
Selain pariwisata, pengembangan bandara juga diharapkan memperlancar distribusi logistik antarpulau. Kepulauan Banda selama ini sangat bergantung pada transportasi laut yang memakan waktu lebih lama dan rawan cuaca.
Pemerintah juga menyoroti aspek kesiapsiagaan bencana. Dengan bandara yang mampu didarati pesawat besar, proses evakuasi dan pengiriman bantuan darurat ke wilayah kepulauan bisa dilakukan lebih cepat.
Bupati Zulkarnain berharap sinergi antara Kementerian PU, Kementerian Perhubungan, dan Pemkab Maluku Tengah dapat mempercepat realisasi proyek ini. “Konektivitas antarpulau yang lebih baik akan mendorong pembangunan berkelanjutan di Kepulauan Banda,” pungkasnya.