Tokoh Adat Pulau Marsela Tolak Nama Blok Masela, Desak Pemerintah Pusat Kembalikan Status Proyek Migas ke Maluku Barat Daya

Penulis: Saiful  •  Selasa, 14 Juli 2026 | 18:28:52 WIB
Tokoh adat Pulau Marsela, Adolf Beay, menolak penyebutan nama Blok Masela dan mendesak pemerintah pusat mengembalikan status proyek migas ke Maluku Barat Daya.

Adolf Beay, tokoh masyarakat asal Pulau Marsela, menolak penyebutan nama Blok Masela. Menurutnya, Masela adalah marga, bukan nama pulau tempat cadangan migas berada. Ia menegaskan penyebutan yang benar adalah Blok Marsela.

“Kami sebagai anak cucu dari Pulau Marsela mohon agar tidak melaksanakan giat migas Masela di Kabupaten Kepulauan Tanimbar,” ujar Adolf Beay. Rencana peletakan batu pertama dijadwalkan pada 16 Juli 2026 di Lermatang, Kepulauan Tanimbar.

Adolf menegaskan migas tersebut berada di radius kepulauan Kabupaten Maluku Barat Daya, yang merupakan pulau terluar. “Migas Blok Marsela berbatasan langsung dengan Negara Australia dan Timor Leste,” katanya.

Ia menjelaskan nama Masela berasal dari marga seorang perantau asal Kampung Babiyotan atau Iplaitmomta, Pulau Marsela. Marga itu muncul sejak masa penjajahan Belanda dan Jepang, atau Perang Dunia II. “Karena lupa marga yang sebenarnya, yang bersangkutan menggunakan Marsela menjadi Masela,” ungkap Adolf Beay, mantan Kapolres Jayawijaya putra asli Uiwili.

Adolf ditemui Redaksi di kediamannya di Waena, Distrik Heram, Kota Jayapura, Selasa 14 Juli 2026 pukul 11.30 WIT. Ia meminta pemerintah pusat meninjau ulang dan me

Reporter: Saiful
Sumber: majalahfakta.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top