TANIMBAR — Rapat maraton digelar Pemerintah Kabupaten Kepulauan Tanimbar untuk menyelaraskan seluruh aspek teknis acara dengan protokol kenegaraan. Bupati Ricky Jauwerissa bersama jajaran Forkopimda setempat menyambut langsung rombongan Pangdam dan Gubernur yang didampingi Kapolda Maluku serta unsur Forkopimda Provinsi.
Areal utama seluas 5,5 hektare di Desa Lermatang telah berdiri megah dengan tenda berdekorasi kearifan lokal. Tim gabungan memeriksa secara detail titik-titik strategis, mulai dari area VVIP, fasilitas pendukung, hingga jalur evakuasi yang menjadi prioritas utama.
"Keamanan PSN Blok Masela adalah harga mati," tegas Pangdam XV/Pattimura di sela peninjauan.
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, dan Polri dalam mengawal proyek migas terbesar di Indonesia Timur ini. Menurutnya, koordinasi lintas sektor menjadi kunci agar peletakan batu pertama berlangsung aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh tamu undangan.
Groundbreaking Blok Masela bukan sekadar seremoni. Proyek ini dinantikan masyarakat Maluku selama puluhan tahun dan diyakini bakal menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi, membuka investasi, serta menciptakan lapangan kerja baru di kawasan timur Indonesia.
Dengan segala persiapan yang terus dimatangkan, Tanimbar bersiap menyambut tonggak baru kebangkitan ekonomi. Proyek ini diharapkan memperkuat posisi Maluku sebagai daerah strategis dalam pengembangan industri energi nasional sekaligus mendorong percepatan pembangunan di Indonesia Timur.
Kini semua mata tertuju pada H-2 menuju sejarah baru bagi Bumi Duan Lolat. Pemerintah bersama TNI-Polri terus bergerak cepat memastikan seluruh elemen pemangku kepentingan siap menyambut agenda nasional tersebut.