TERNATE — Tim SAR gabungan melakukan operasi penyelamatan intensif terhadap 20 pendaki yang terjebak erupsi Gunung Dukono di Kabupaten Halmahera Utara. Berdasarkan data terbaru, sebanyak 15 pendaki telah berhasil dievakuasi ke titik aman dalam kondisi selamat. Namun, musibah ini menelan korban jiwa setelah dua pendaki asal Singapura dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ternate, Iwan Ramdani, mengonfirmasi bahwa saat ini masih ada lima orang yang berada di kawasan puncak gunung. Selain dua korban meninggal, satu pendaki dinyatakan hilang dan dua lainnya memilih bertahan di atas untuk membantu proses pencarian rekan mereka yang belum ditemukan.
Dua korban meninggal dunia teridentifikasi sebagai warga negara Singapura atas nama Timo dan Sahnas. Meski identitas awal sudah dikantongi, otoritas terkait masih menunggu verifikasi langsung dari tim lapangan yang sedang berupaya mencapai titik koordinat jenazah berada.
“Hingga saat ini Tim SAR Gabungan masih terus berupaya menuju lokasi untuk melakukan evakuasi korban dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan aktivitas vulkanik Gunung Dukono,” kata Iwan Ramdani dalam keterangan resminya, Jumat.
Kondisi medan yang berat dan fluktuasi aktivitas vulkanik menjadi tantangan utama bagi personel di lapangan. Tim gabungan yang dikerahkan mencakup empat anggota Basarnas, tujuh personel Polres Halut, tiga anggota BPBD, tiga personel TNI, serta dibantu oleh sekitar 20 warga lokal yang memahami jalur pendakian.
Operasi penyelamatan ini bermula ketika Basarnas Command Center (BCC) mendeteksi sinyal darurat atau SOS dari perangkat Garmin pada pukul 08.55 WIT. Sinyal tersebut terpantau di titik koordinat 1°42'13.7"N 127°52'50.2"E, yang merupakan area rawan di sekitar kawah gunung.
Informasi darurat ini diperkuat oleh laporan Kepala Desa Mamuya, Kecamatan Galela, yang melaporkan adanya kelompok pendaki yang terdampak langsung oleh material erupsi. Merespons laporan tersebut, Tim Rescue Pos SAR Tobelo segera bergerak menuju Posko Pengamatan Gunung Dukono pada pukul 09.56 WIT untuk koordinasi taktis.
Setibanya di posko pengamatan, tim langsung memetakan kondisi terkini bersama Polres dan BPBD Halmahera Utara. Fokus utama saat ini adalah mengevakuasi dua jenazah WNA dan mencari satu pendaki yang hilang, sembari memastikan dua pendaki yang bertahan di atas bisa segera turun ke lokasi yang lebih aman.