Tradisi 'Nahuwe' Ringankan Beban Haji Lima Jemaah Negeri Sepa Maluku

Penulis: Redaksi  •  Jumat, 01 Mei 2026 | 20:50:53 WIB
Warga Negeri Sepa menggelar tradisi 'nahuwe' sebagai bentuk dukungan jelang keberangkatan jemaah haji.

Kabupaten Maluku Tengah - Jelang pemberangkatan jemaah haji 2026, warga Negeri Sepa, Kecamatan Amahai mempertahankan tradisi melihat cucu berangkat ke Tanah Suci yang dalam adat istiadat lokal disebut 'nahuwe'. Tradisi ini digelar untuk salah satu calon jemaah haji bernama Siti Aisyah Selano putri dari Ismail Selano dan Khadijah Soloto dengan melibatkan seluruh keluarga besar kedua belah pihak.

Gotong Royong Makanan dan Dana

Dalam pelaksanaan tradisi 'nahuwe', kaum perempuan dan laki-laki yang memiliki garis keturunan dengan marga Selano dan Soloto mengumpulkan berbagai hasil bumi. Makanan mentah seperti sagu, singkong, pisang, dan beras dikumpulkan oleh kaum perempuan, sementara kaum laki-laki mengumpulkan dana yang disebut 'salawate'.

Hasil bumi tersebut kemudian diarak keliling kampung sambil berdendang dan bergoyang. Setibanya di rumah calon jemaah haji, mereka disambut dengan tarian sawat khas negeri muslim tertua di Maluku tersebut. Para tetua adat, perempuan hingga anak-anak turut berdendang dengan alunan musik sawat. Setelahnya, hasil bumi yang diarak diserahkan ke rumah haji untuk disantap bersama.

Makna Gotong Royong Lintas Generasi

Seorang warga bernama Sihat Soloto menjelaskan bahwa tradisi 'nahuwe' yang berarti 'pergi melihat' digelar setiap bulan haji. Warga yang bekerja sama mengumpulkan makanan dan dana memiliki asal usul yang sama dari marga calon jemaah haji. Tradisi tersebut dilakukan untuk meringankan beban ekonomi calon haji dan sekaligus mendoakan keselamatan mereka selama mengerjakan rukun haji.

"Jadi anak cucu dari marga Selano bawa makanan, begitu juga anak cucu dari marga Soloto bawa makanan," kata Sihat Soloto. Ia menyampaikan bahwa tradisi tersebut sudah menjadi tradisi turun-temurun dan hingga saat ini masih terus dilestarikan. "Dulu orang tua-tua kita kalau datang lihat cucu atau anak pergi ke haji, mereka membawa makanan dan uang, kalau bahasanya disebut 'nahuwe' yang berarti pergi melihat," ujarnya.

Lima Jemaah Siap Berangkat

Total calon haji Negeri Sepa, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah berjumlah lima orang. Mereka akan menggelar tradisi salam-salaman dan saling memaafkan hingga tradisi 'kasi makan negeri' di Masjid Jami Silalouw, Negeri Sepa, pada Jumat (1 Mei). Kelima calon jemaah haji tersebut akan tergabung dengan kloter 26 dan rencana akan menginap di asrama Haji Waiheru atau wisma Muzdalifah di Desa Waiheru, Kecamatan Teluk Ambon, pada Jumat (8 Mei).

Secara keseluruhan, calon jemaah haji Provinsi Maluku tahun 2026 ini berjumlah 587 orang dan terbagi dalam dua kloter, yakni kloter 24 dan kloter 26. Persiapan yang matang, termasuk melalui tradisi 'nahuwe', diharapkan dapat memastikan perjalanan haji mereka berjalan lancar dan bermakna.

Reporter: Redaksi
Back to top