Pencarian

Polres Donggala Bangun Jembatan Darurat untuk Pulihkan Akses Masyarakat Pasca Banjir

Senin, 19 Januari 2026 • 16:00:47 WIB
Polres Donggala Bangun Jembatan Darurat untuk Pulihkan Akses Masyarakat Pasca Banjir
Polres Donggala Bangun Jembatan Darurat untuk Pulihkan Akses Masyarakat Pasca Banjir

JAKARTA - Kepolisian Resor (Polres) Donggala, Sulawesi Tengah, bersama lintas sektor berhasil membangun jembatan darurat yang menghubungkan Desa Labuan Kungguma menuju Desa Wani III, Kecamatan Tanantovea. Langkah ini menjadi solusi cepat untuk memulihkan akses masyarakat pasca bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Kasi Humas Polres Donggala, Iptu Andhi Mardjianto, menyatakan pembangunan jembatan darurat telah selesai pada Minggu. “Alhamdulillah sudah selesai dibangun jembatan penyeberangan darurat di Desa Labuan Kungguma,” ujarnya kepada awak media di Banawa.

Teknik Pembangunan Jembatan Darurat

Jembatan darurat ini dibangun secara manual menggunakan batang kayu kelapa sebagai penopang utama. Struktur sederhana ini sudah memungkinkan warga menyeberang dengan kendaraan roda dua maupun berjalan kaki.

Konstruksi darurat ini menjadi jembatan vital yang mengembalikan mobilitas masyarakat. Warga kini dapat melanjutkan aktivitas harian mereka, termasuk distribusi logistik dan akses ke pelayanan publik.

Kolaborasi Lintas Sektor

Dalam operasi kemanusiaan tersebut, Polres Donggala menurunkan 92 personel. Sat Brimob Polda Sulteng mengerahkan 102 personel, TNI AD 30 personel, BPBD Donggala 25 personel, serta tim kesehatan Bid Dokkes Polda Sulteng memberikan pelayanan medis.

Sinergi ini menunjukkan kerja sama berbagai instansi dalam penanganan darurat. Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan pemulihan akses pasca bencana.

Dampak Terhadap Aktivitas Masyarakat

Pembangunan jembatan darurat diharapkan dapat memulihkan aktivitas masyarakat secara cepat. Akses jalan yang pulih membantu warga beraktivitas, termasuk transportasi, perdagangan, dan sekolah anak-anak.

Selain itu, jembatan ini mempermudah distribusi logistik dan bantuan bagi warga terdampak. Dengan begitu, kebutuhan pokok dan layanan medis dapat tersalurkan lebih efektif.

Data Dampak Banjir dan Longsor

Berdasarkan data BPBD Sulteng, sebanyak 26 desa di Kabupaten Donggala terdampak banjir dan tanah longsor. Enam kecamatan terdampak parah, yaitu Tanantovea, Labuan, Sindue, Banawa, Banawa Tengah, dan Rio Pakava.

Jumlah warga terdampak tercatat 205 kepala keluarga dengan total 625 jiwa. Mereka tersebar di wilayah Tanantovea, Labuan, dan Banawa Tengah, dan membutuhkan bantuan segera untuk pemulihan kehidupan sehari-hari.

Strategi Pemulihan dan Bantuan

Jembatan darurat ini menjadi salah satu langkah awal dalam strategi pemulihan wilayah. Selain membuka akses, aparat juga melakukan pendampingan logistik dan layanan medis kepada masyarakat terdampak.

Kehadiran personel kepolisian dan TNI turut memberi rasa aman bagi warga. Masyarakat dapat menyeberang dan beraktivitas dengan lebih percaya diri meskipun situasi pasca bencana masih menantang.

Tantangan dan Solusi Lapangan

Pembangunan jembatan darurat menghadapi tantangan medan sulit dan minimnya alat berat. Meski demikian, personel berhasil membangun jembatan dengan kekuatan maksimal menggunakan material lokal.

Pemanfaatan batang kelapa sebagai penopang utama menunjukkan kreativitas dan adaptasi terhadap kondisi darurat. Solusi sederhana ini efektif untuk memulihkan jalur transportasi sementara sebelum pembangunan jembatan permanen.

Harapan Kedepan

Iptu Andhi Mardjianto berharap jembatan ini dapat memfasilitasi mobilitas masyarakat secara aman dan lancar. Pemulihan akses diharapkan membantu warga kembali beraktivitas normal, termasuk pendidikan, perdagangan, dan kesehatan.

Selain itu, kolaborasi lintas sektor menjadi contoh kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana. Tim gabungan Polres, TNI, dan BPBD menunjukkan pentingnya kerja sama dalam mitigasi bencana.

Dengan selesainya jembatan darurat, masyarakat Desa Labuan Kungguma dan Wani III kini dapat beraktivitas kembali. Upaya cepat ini menjadi bukti nyata bagaimana kepolisian dan lintas sektor mampu memberikan solusi praktis pasca bencana.

Langkah serupa diharapkan dapat diterapkan di wilayah terdampak lainnya. Kecepatan respon dan kerja sama lintas instansi menjadi kunci untuk meminimalkan dampak bencana terhadap kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dengan selesainya jembatan darurat, akses warga kembali normal dan distribusi bantuan dapat berjalan lancar. Pembangunan jembatan ini menjadi simbol kepedulian aparat kepada masyarakat yang terdampak bencana alam. 

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks